Minggu, 28 September 2014

Yang baru (2)

Yang baru (2)

===

Schneider umumkan pemenang kompetisi desain

Schneider Electric, perusahaan spesialis manajemen energi, telah mengumumkan pemenang kompetisi global tahunannya yang bertajuk "Go Green in The City" tanggal 13 Maret 2014 lalu. Pemenang pertama jatuh kepada tim dari Universitas Kristen Satya Wacana, dengan karyanya yang diberi nama "Lungguh", yaitu kursi yang bisa memanfaatkan energi panas tubuh manusia menjadi energi listrik untuk mengisi energi ponsel. Selain mendapatkan uang tunai Rp 40 juta, tim pemenang juga akan mewakili Indonesia untuk bertanding dengan tim dari negara Asia Tenggara lainnya di Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 14 April mendatang.

Maria Jaclyn

===

Philips menyinari kantor walikota Medan

Program kota terang Philips LED terus digalakkan. Sebelumnya, Philips LED telah sukses menyinari berbagai ikon kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palembang, Bali dan Yogyakarta. Kali ini, Philips memilih kantor walikota Medan utnuk disinari dengan teknologi lampu Philips LED. Selain menjalin kemitraan dengan pemerintah kota Medan, Philips juga bekerja sama dengan Chief Engineers Association (ACE) Sumatera Utara dengan menggelar workshop pelatihan para teknisi, kompetisi fotografi, dan talkshow bersama asosiasi profesi dan komunitas.

Selvia Martiani

===

Atap baja ringan warna warni

Bluescope kembali meluncurkan atap baja ringan terbaru, yang bertajuk Bluescope Zacs. Atap yang anti korosi ini komposisinya terdiri dari 55% aluminium, 43,5% ??, dan 1,5% silikon. Kelebihan yang dimiliki oleh material atap ini adalah bisa menurunkan suhu di bawah atap hingga 6 derajat C.

Saat ini telah tersedia 20 tema warna yang menarik, contohnya merah merapi, biru bromo, hijau borneo, dan coklat timika. "Selain untuk bangunan biasa, atap baja ringan yang berwarna-warni ini juga cocok untuk bangunan tradisional," Cheong Ku Wei, President Director PT NS Bluescope menjelaskan.

Puspita Dewi

===

Sofa kulit premium hadir di informa

Chateau d'Ax, merek furnitur premium asal Italis yang telah berpengalaman lebih dari 60 tahun, kini hadir di Indonesia melalui PT Home Center Indonesia (Informa). Koleksi sofa ini mengunggulkan kesempurnaan detail yang telah terbukti melalui sertifikasi mutu internasional ISO 9001. Chetaeau d'Ax menampilkan ragam desain sofa modern kontemporer yang cocok bagi anda yang menyukai furnitur kulit berkualitas.

Maria Jaclyn

===

Sumber:
Tabloid Rumah - Inspirasi hidup nyaman, Edisi 288 - XII, 28 Maret - 10 April 2014

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 23 September 2014

Yang baru

Yang baru

===

Solusi dinding anti noda anak pun bebas berekspresi

Terkadang orang tua dibuat kesal dengan dinding rumah penuh dengan coretan anak-anak. Padahal, menurut psikolog Ratih Ibrahim, adalah sebuah kewajaran bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka di atas kanvas besar seperti dinding.

Untuk itu dulux mengeluarkan dulux easyclean yang dilengkapi kidproof technology, yaitu formula pelapis film khusus yang dapat menahan noda masuk ke pelapis dinding dan mengandung zat penahan cairan serta penghilang noda.

Mediko azwar, head of marketing PT ICI paints Indonesia, mengatakan dulux easyclean baru ini menjadi solusi tepat bagi para orang tua yang ingin anaknya bebas bereksplorasi tanpa batasan, namun tetap ingin keindahan warna pada dinding bertahan lama.

"Dengan dulux easyclean baru, forgiveness is easy bagi orang tua, karena yang perlu anda lakukan hanya mengelap atau menggosok noda dengan lap basah, dan dinding akan kembali bersih seperti semula," ucap Mediko.

Selvia martiani

===

Sinar mas land

Resmikan BSD green office park 6

Sinar mas land meresmikan pembangunan proyek terbarunya di BSD city, yakni green office park 6, yang ditandai dengan upacara pencanangan atap (topping off). BSD green office park 6, yang dibangun di atas lahan seluas 2 ha, memiliki 9 gedung perkantoran dan sebuah mal khusus makanan dan minuman dengan konsep lingkungan yang hijau. Pembangunannya dimulai pada kuartal ketiga 2013 dan diharapkan rampung dan beroperasi pada kuartal empat 2014.

Hotmian siahaan

===

Indocement awards kembali digelar

Tahun ini, indocement awards 2014 mengusung tema, "Bagusnya Indonesia", seperti yang disampaikan Troy D. Saputro, ketua panitia indocement awards 2014. Beberapa kategori yang dilombakan dalam indocement awards 2014 di antaranya contractor award (khusus untuk kontraktor); developer award (khusus untuk pengembang/ developer); semen tiga roda writing competition award (untuk mahasiswa dan umum); semen tiga roda architectural design competition award (untuk umum); semen tiga roda fabrication house competition award (khusus untuk perguruan tinggi).

Sukarja

===

Sumber:
Tabloid Rumah - Inspirasi hidup nyaman, Edisi 288 - XII, 28 Maret - 10 April 2014

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Jumat, 19 September 2014

Rombak rumah klaster demi kumpul keluarga

Renovasi

Teks Candella Sardjito

Rombak rumah klaster demi kumpul keluarga

Kebiasaan keluarga besar Yudianta -berkumpul rutin setiap bulan- membuat pasangan yang sudah dikaruniai 2 anak ini membutuhkan ruang-ruang luas. Alhasil, beberapa bagian rumah pun dirombak. Salah satunya, taman belakang.

Beda keluarga, beda pula kebiasaannya. Memang, tak semua keluarga besar senang nongkrong beramai-ramai secara rutin. Namun, tak semua keluarga pula yang tahan terpisah lama dari sanak saudaranya. Salah satu contohnya, keluarga besar dari pasangan Yudianta dan Nila ini. Paling tidak, setiap sebulan sekali, mereka memiliki acara pertemuan keluarga, " Biasanya sih kumpul-kumpul buat arisan bulanan. Seluruh keluarga suami saya pasti berkunjung ke sini. Jadinya penuh deh!" ungkap Nila, sang isteri.

Demi memenuhi tujuan inilah, rumah klaster yang terletak di The Green, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan tersebut mulai dirombak. Semula, Yudi dan Nila memang belum tinggal di kompleks klaster yang berdekatan dengan jalan tol itu. "Sebelumnya, kami tinggal di Kencana Loka, BSD. Tapi, akhirnya, kami memutuskan untuk mengubahnya jadi kontrakan," ujar wanita berwajah ayu ini.

Setelah mondar-mandir mencari, akhirnya pada tahun 2011, pasangan ini mendapatkan "calon rumah" idamannya -lebih luas dan bertingkat-. Lokasinya pun dekat dengan sekolah anak pertama, Kinta. Selain itu, akses menuju jalan tol cenderung lancar dan mudah, terutama jika dibandingkan lokasi rumah sebelumnya.

Sayangnya, menurut Nila, semula interior hunian ini tampak biasa saja, kurang bisa memenuhi fungsi dan keinginan hati seisi keluarga. Pemikiran ini pula yang mengawali keinginan Yudi dan Nila untuk merenovasi rumahnya.

Semua serba sendiri

Nila mengakui, selama 9 bulan berjalannya proses renovasi, ia dan suami menanganinya tanpa sedikitpun sentuhan jasa arsitek ataupun kontraktor. "Setidaknya, saya kan pernah bekerja di bidang konstruksi, jadi ya ngerti dikit-dikit," ungkap Nila sembari tersenyum malu-malu.

Sejak renovasi dimulai -kira-kira di pertengahan tahun 2012- Yudi dan Nila memilih semuanya sendiri, mulai dari material, desain, warna, hingga furnitur. Bahkan, pasangan ini pun memutuskan untuk membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) sendiri. Menurut Nila, dengan mengerjakan semuanya sendiri, pasangan ini mendapatkan tantangan sekaligus kepuasan pribadi. "Jadinya, rumah ini bisa sesuai keinginan dan kebutuhan kami, kan?" ucap Nila semringah.

Memang, Nila pun banyak menggunakan desain sesuai karakter pribadi dan material yang tepat fungsi. Misalnya, belajar dari pengalaman, Yudi dan Nila tak memilih material lantai kayu parket. "Di rumah kami yang lama, di daerah BSD juga, lantai kami keropos karena digigiti rayap. Sebal juga. Makanya, kami memilih memakai bahan sintetis, seperti vinyl dan wallpaper," jelas Nila.

Taman ditutup ruang jadi luas

"Rumah lama kami hanya memiliki 1 lantai dengan luas 154m2. Kami ingin rumah yang lebih leluasa, makanya, kami memilih klaster ini," ujar wanita berkerudung krem itu ramah. Meskipun rumah klaster ini awalnya memiliki 2 lantai, Yudi dan Nila merasa belum cukup, mengingat pertemuan keluarga rutin akan memuat banyak sekali sanak saudara.

Alhasil, guna mengakali kebutuhan ruang lapang, Yudi dan Nila memutuskan untuk menutup taman, membuatnya sebagai ruang makan, sekaligus area sirkulasi. Tak hanya itu, pasangan ini pun membobol beberapa bagian dinding, yang semula memisahkan area taman dengan ruang keluarga. Dinding masif raib, hanya menyisakan beberapa bagian sebagai pembatas zona aktivitas.

"Untuk menutupnya, kami hanya memerlukan waktu sekitar sebulan, dengan biaya ± Rp 10 juta," ujar ibu dari Kinta (10) dan Attar (4) ini. Ternyata, dengan waktu yang relatif sebentar, Yudi dan Nila dapat "menyulap" taman menjadi area kumpul keluarga yang cukup luas. "Enggak cuma untuk kumpul-kumpul saja, area bermain Attar jadi luas, mengingat anaknya sangat aktif dan nggak mau diam, kan?" ungkap Nila sembari tertawa renyah.

Tak hanya renovasi taman, Yudi dan Nila meningkat rumahnya menjadi 3 lantai. Terdapat beberapa ruangan yang juga ditambahkan, untuk memenuhi fungsi lainnya, mulai dari kamar anak, ruang duduk, area jemur, hingga mushola.

Dominasi merah dan hitam nan elegan

Tanpa bantuan desainer ataupun arsitek, Yudi dan Nila berkreasi sendiri terhadap interior rumah barunya tersebut, termasuk pemilihan warna di setiap sudut rumah. Merah dan hitam, merupakan 2 warna yang mendominasi rumah seluas 300m2 tersebut. "Entah kenapa, saya sih merasa warna merah dan hitam itu bisa menghadirkan kesan elegan dan unik pada sebuah rumah. Makanya, saya penasaran ingin menerapkannya pada rumah saya," ujar Nila berpendapat.

Warna merah menjadi focal point pada setiap ruangan di rumah ini. Memang, secara psikologis, merah memberi kesan semangat, ceria dan dinamis ke dalam sebuah ruangan. Yudi dan Nila pun menempatkan warna pemikat mata ini di area-area yang tepat, seperti pada ruang makan dan dapur. Alhasil, secara keseluruhan, rumah klaster ini berhasil "disulap" menjadi hunian idaman, tak hanya dari segi estetis, tetapi juga memenuhi kebutuhan Yudi dan Nila, tanpa terkecuali.

Ini materialnya:

1. Lantai: Vinyl corak kayu.
2. Dinding: Wallpaper
3. Furnitur: Lis multipleks finishing Tacon merah

Curi idenya!

Tambahkan bingkai-bingkai foto secara tak beraturan pada dinding polos berwarna mencolok ini, sebagai aksen dan penyeimbang. Cantik!

Ruang makan bernuansa merah ini dapat mengundang nafsu makan seisi penghuni rumah.

Curi idenya!

Ingin kisah makan malam anda tampak elegan dan romantis? Tambahkan aksesoris makan berwarna merah berpadu hitam. Tak hanya memikat mata, warna ini pun dapat menambah selera makan.

Ruang tamu diisi oleh kursi-kursi "bangsawan" bernuansa merah-hitam, hadirkan kesan elegan tersendiri.

Walk-in closet memanfaatkan ruang kosong di balik dinding kamar tidur utama.

Meskipun taman ditutup, terdapat rongga plafon sebagai sirkulasi udara, yang dihiasi oleh gantungan bola-bola rumput.

Salah satu ruang tambahan yang ada dalam proses renovasi adalah ruang piano di lantai 2 ini.

Nuansa merah di ruang tidur hanya ditambahkan pada aksen-aksen ruang, seperti lis headboard dan sofa.

Curi idenya!

Headboard berbahan puff dan cushion memang terlihat sangat elegan dan nyaman. Sayangnya, harganya pun relatif mahal. Tak ada salahnya, lho, anda mencontoh penggunaan wallpaper bermotif puff seperti ini. Dari jauh, anda tak bisa membedakannya dengan puff asli.

Material wallpaper banyak digunakan oleh Yudi dan Nila untuk mengisi bangunan 3 lantai ini.

Lokasi kediaman Yudianta - Nila, The Green, Klaster Banyan, BSD, Tangerang Selatan.

===

Sumber:
Tabloid Rumah - Inspirasi hidup nyaman, Edisi 288 - XII, 28 Maret - 10 April 2014

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 17 September 2014

Sebelum membeli perlukah baca pengumuman koran?

Konsultasi properti

Diasuh oleh Yulius Setiarto SH
Konsultan hukum pada Setiarto & Partners Law Firm

Sebelum membeli perlukah baca pengumuman koran?

Soal:
Pak Yulius, sekitar satu tahun yang lalu, saya membeli sebidang tanah dan bangunan di daerah Bekasi. Saat ini bangunan tersebut ditempati oleh sanak saudara. Tanah dan bangunan tersebut dibeli secara tunai dari developer yang mengelolanya. Setelah terjadi proses jual beli dari pihak developer, dibuat Akta Jual Beli oleh Notaris. Sampai pada suatu saat, saya mendapat info dari sanak saudara yang menempati bangunan tersebut, bahwa sedang terdapat sengketa atas tanah dan bangunan yang saya miliki beserta dengan beberapa bangunan milik orang lain di sekitarnya.

Ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, ada gugatan yang diajukan terhadap pihak developer, dan saya diposisikan juga sebagai tergugat dengan dasar bukan pembeli yang beritikad baik. Alasannya, saya membeli tanah dan rumah yang sedang dalam proses sengketa dan tidak memperhatikan pengumuman koran mengenai permasalahan tersebut.

Pertanyaan saya adalah, apakah setiap orang yang ingin membeli tanah dan bangunan memiliki kewajiban untuk memperhatikan pengumuman koran? Mohon penjelasan dari Bapak. Terima kasih.

Yehezkiel Sulung, Jakarta Timur

Jawab:
Bapak Yehezkiel Sulung, terima kasih atas pertanyaannya. Terkait pertanyaan Bapak di atas, dapat kami jelaskan sebagai berikut:

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah tenggat waktu panggilan sidang. Kami sarankan, alangkah baiknya Bapak menggunakan kuasa hukum untuk melindungi hak-hak dan kepentingan Bapak dalam persidangan tersebut.

Lebih lanjut, Bapak harus memperhatikan pengumuman koran yang dimaksudkan dalam gugatan tersebut. Mengenai pengumuman koran, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, tidak ada ketentuan mengenai kewajiban dari seorang pembeli untuk melihat pengumuman koran sebelum melakukan transaksi jual beli atas sebidang tanah. Namun demikian, sebagai seorang pembeli hanya mempunyai kewajiban untuk melakukan pengecekan tanah tersebut berdasarkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) yang diterbitkan Kantor Pertanahan setempat.

Merujuk kepada Permenag/ Ka. BPN No. 3/ 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, SKPT merupakan surat informasi mengenai data fisik dan data yuridis yang tercantum pada peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah yang bersifat terbuka untuk umum. Persyaratan untuk memperoleh informasi mengenai data fisik dan atau data yuridis bidang tanah adalah dengan mengajukan permohonan tertulis dengan menyebutkan keperluannya. Hal ini biasanya dapat dilakukan saat pengecekan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, menurut pendapat kami, tidak ada kewajiban dari seorang pembeli untuk memperhatikan Pengumuman Koran sebelum melakukan jual beli atas sebidang tanah dan bangunan.

Demikian penjelasan singkat yang bisa saya sampaikan. Semoga keterangan singkat ini berguna bagi Bapak.

===

Sumber:
Tabloid Rumah - Inspirasi hidup nyaman, Edisi 288 - XII, 28 Maret - 10 April 2014

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman