Kamis, 26 Februari 2015

Menyaksikan upacara mora (4)

Arsitektur

ArchitecTour:
Menyaksikan upacara mora (4)

Terjaga hingga malam

Acara puncak upacara adat mora berlangsung pada pukul 3 dini hari, yang ditandai dengan pemotongan kerbau. Bagi masyarakat Wae Rebo, kerbau adalah simbol persembahan tertinggi yang hanya diberikan saat upacara besar seperti mora ini. Tanduk kerbau menyimbolkan kekuatan, sehingga nantinya akan diletakkan di atas Mbaru Gendang, rumah terbesar di Wae Rebo.

Sejak malam hari hingga upacara berakhir esok harinya, seluruh masyarakat Wae Rebo -termasuk anak-anak- tak boleh memejamkan mata sedikit pun. Untunglah kami mendapatkan "keringanan", kami diperbolehkan tidur sejenak, namun sudah harus terjaga pukul 2 malam.

Sebelum pemotongan kerbau dilaksanakan, para pemuka adat dan warga berkumpul di dalam Mbaru Gendang. Di sini dilakukan doa yang dilanjutkan dengan pemotongan manuk putih dan hitam, serta dua ekor babi. Setelah dipotong, hati binatang-binatang ini dikeluarkan, lalu diberikan ke Ketua adat -Alex, untuk dilihat. Mereka percaya, jika hati tersebut rusak atau dalam kondisi tidak baik, persembahan mereka tidak diterima para leluhur.

Ritual selanjutnya, yang merupakan puncak acara, adalah pemotongan kerbau di halaman Mbaru Gendang. Sama seperti babi dan ayam, setelah dipotong, hati kerbau dikeluarkan dan diberikan ke ketua adat untuk dilihat. Jika hati memiliki banyak goresan, artinya persembahan mereka tidak diterima. Untunglah, semua hati dalam kondisi sempurna.

Bersambung...

===

Catatan: bagi kaum muslimin dilarang mengikuti keyakinan dan adat yang bertentangan dengan ajaran tauhid dalam Islam.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sabtu, 21 Februari 2015

Menyaksikan upacara mora (3)

Arsitektur

ArchitecTour:
Menyaksikan upacara mora (3)

Terjaga hingga malam

Rangkaian upacara adat mora mulai dilaksanakan setelah kami tiba. Dimulai dengan pemotongan manuk (ayam) hitam dan babi hitam, yang merupakan simbol dari hal-hal buruk. Dengan memotongnya, masyarakat Wae Rebo percaya, segala keburukan akan hilang dan mereka akan dijauhkan dari segala bencana.

Meskipun hanya tamu, kami dipersilakan mengikuti seluruh rangkaian upacara mora, layaknya para kerabat. Tentu saja kesempatan ini tak kami sia-siakan. Kami mengikuti setiap tahap upacara di Mbaru Gendang, hingga ke puncaknya.

Karena ini merupakan upacara besar yang sudah lama dinantikan, banyak kerabat yang berdatangan, kembali ke desa Wae Rebo. Mereka ini adalah penduduk Wae Rebo yang tinggal di desa Kombo, desa "kembaran" Wae Rebo. Ya, karena jumlah Mbaru Niang di sini hanya ada 7, ada sebagian warganya yang merantau dan menetap di luar desa. Namun, ketika acara adat berlangsung, semua pasti "pulang kampung" ke desa adat ini.

Salah satunya adalah Lukas, yang kini mengajar di sekolah dasar di Denge. Ia datang menggunakan baju khas Manggarai: kemeja, sarung tenun, dan penutup kepala. Lelaki bersuara lantang yang gemar bercanda ini mengaku bahwa ia sangat bangga karena generasinya bisa memiliki rezeki yang cukup sehingga dapat mengadakan upacara mora.

Bersambung...

===

Catatan: bagi kaum muslimin dilarang mengikuti keyakinan dan adat yang bertentangan dengan ajaran tauhid dalam Islam.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Jumat, 20 Februari 2015

Menyaksikan upacara mora (2)

Arsitektur

ArchitecTour:
Menyaksikan upacara mora (2)

Penghormatan untuk leluhur

Upacara adat mora dilangsungkan untuk menghormati leluhur Wae Rebo, Empo Kato. Walaupun sudah memiliki kehidupan modern, masyarakat Wae Rebo masih sangat menghormati leluhur mereka. Mereka meyakini, keluarga dan tanah yang mereka diami akan terhindar dari bencana jika mereka terus menjalankan adat istiadat yang telah digariskan para leluhur.

Mora juga diadakan sebagai bentuk "pemutihan" generasi terdahulu. Dengan melaksanakan mora ini, warga Wae Rebo percaya, "utang" dan kesalahan generasi sebelumnya akan lunas terbayar.

Bersambung...

===

Catatan: bagi kaum muslimin dilarang mengikuti keyakinan dan adat yang bertentangan dengan ajaran tauhid dalam Islam.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kamis, 19 Februari 2015

Menyaksikan upacara mora

Arsitektur

ArchitecTour:
Menyaksikan upacara mora

Sejak April 2013 hingga Januari 2014, PT Propan Raya mengadakan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk para mahasiswa. Sebagai hadiah, 3 pemenang utama diajak ikut dalam perjalanan bertajuk "Architectour: Ekspedisi Keindahan Wae Rebo," yang dilanjutkan dengan berwisata ke Labuan Bajo, Flores. Dalam rombongan juga terdapat para juri, arsitek, desainer, dan tim manajemen PT Propan Raya. Tabloid Rumah mendapat undangan untuk turut serta dalam acara tersebut.

Di tengah-tengah agenda merayakan kemerdekaan Indonesia di tanah Wae Rebo, kami mendapatkan kesempatan langka untuk menyaksikan mora, upacara adat yang sudah 365 tahun tak dilakukan.

Teks Rahma Yulianti

"Seharusnya hari-hari ini sudah panas. Namun kedatangan bapak-ibu sekalian disambut hujan terus menerus. Ini pertanda keberuntungan bagi kami."

Itu yang dikatakan Alexander Ngandus, ketua adat Wae Rebo, sewaktu rombongan Propan Architectour menginjakkan kaki di desa adat yang terletak di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur ini. Ya, panas seharusnya sudah menaungi desa ini di bulan Agustus, namun kenyataannya selama 3 hari berada di sana, kami terus menerus diberkahi tetesana air hujan.

Mungkin hujan ini adalah salah satu tanda rezeki bagi penduduk Wae Rebo, juga tanda keberuntungan bagi kami, karena bersamaan dengan waktu kedatangan kami, masyarakat Wae Rebo sedang mengadakan upacara adat mora. Upacara adat terbesar di Wae Rebo, yang baru dilaksanakan lagi setelah 7 generasi, setelah 365 tahun silam. Tentu kami sangat bergembira karena ini momen yang sangat berharga dan langka. Tak semua orang bisa melihatnya.

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sabtu, 14 Februari 2015

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (6)

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (6)

Ini dia cara membersihkannya!

Lantas, bagaimana cara merawat perangkat tidur yang tepat, sehingga ancaman-ancaman kesehatan ini bisa anda hindari? Ikuti beberapa tip berikut, yuk!

1. Gantilah seprai anda setidaknya seminggu sekali, jangan sampai sebulan sekali. Tujuannya agar sel-sel kulit mati, minyak, keringat, dan zat-zat pengundang penyakit lainnya dapat anda musnahkan sesegera mungkin, tanpa menunggunya hingga menumpuk.

2. Sebelum dicuci, rendam seprai tersebut dalam ember berisi deterjen, agar tungau, kutu, kuman dan bakteri hilang seketika.

3. Pisahkan seprai dengan cucian pakaian lainnya di dalam mesin cuci.

4. Bersihkan terlebih dahulu noda-noda yang mengotori seprai, agar tak kembali mengenai seprai di dalam mesin cuci.

5. Ketika sudah dicuci, jemur di bawah cahaya matahari, agar kuman dan bakteri segera menyingkir dan musnah.

6. Selain seprai, anda juga harus memerhatikan kebersihan kasur yang anda pakai. Rutinlah membersihkan kasur dengan mesin penyedot debu.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 11 Februari 2015

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (5)

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (5)

Jarang membersihkan seprai, begini akibatnya!

2. Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia adalah gangguan pernafasan. Bukan hanya perihal udara luar yang telah tercemar, gangguan pernafasan ini banyak disebabkan pula oleh polusi dalam ruang. Salah satu contohnya, penumpukan debu yang menempel di permukaan seprai, bantal dan selimut.

Terdapat beberapa jenis bahan, seperti beludru, yang mampu mengikat debu lebih erat, ketimbang kain-kain lainnya. Waspadai pula pemakaian bantal bulu angsa yang dapat menyimpan banyak debu di dalamnya. Penumpukan debu ini akan membahayakan sistem pernapasan sang pemakainya, terutama jika perangkat tersebut merupakan alas tidur bayi, anak kecil, dan para penderita alergi, asma, serta ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan).

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (5)

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (5)

Jarang membersihkan seprai, begini akibatnya!

Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia adalah gangguan pernafasan. Bukan hanya perihal udara luar yang telah tercemar, gangguan pernafasan ini banyak disebabkan pula oleh polusi dalam ruang. Salah satu contohnya, penumpukan debu yang menempel di permukaan seprai, bantal dan selimut.

Terdapat beberapa jenis bahan, seperti beludru, yang mampu mengikat debu lebih erat, ketimbang kain-kain lainnya. Waspadai pula pemakaian bantal bulu angsa yang dapat menyimpan banyak debu di dalamnya. Penumpukan debu ini akan membahayakan sistem pernapasan sang pemakainya, terutama jika perangkat tersebut merupakan alas tidur bayi, anak kecil, dan para penderita alergi, asma, serta ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan).

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 10 Februari 2015

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (4)

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (4)

Jarang membersihkan seprai, begini akibatnya!

Jangankan dibiarkan sampai berbulan-bulan. Rutin dicuci sebulan sekali saja, seprai dan perangkat tidur anda masih menyimpan jutaan organisme kecil dan zat lainnya, yang dapat membahayakan para pemakainya. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang rawan diderita, apabila anda luput memperhatikan kebersihan perangkat tidur.

1. Penyakit kulit

Gangguan kesehatan utama yang mungkin anda derita adalah penyakit kulit. Tentu saja, karena perangkat tidur -khususnya seprai- bersentuhan langsung dengan kulit manusia. Salah satu penyakit yang awam hadir akibat seprai kotor adalah skabies. Penyakit ini dikenal juga dengan nama kudis.

Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang lahir dari tungau berjenis sarcoptes scabiei, hewan parasit yang membuat sarang atau liang di kulit manusia ketika akan berkembang biak.

Ciri-ciri penyakit ini mirip seperti alergi pada umumnya, yakni gatal-gatal dan kulit berwarna merah. Bedanya, ketika anda menggaruknya, timbullah benjolan kecil berwarna putih keabuan. Bahkan, tak jarang, terdapat nanah di dalamnya. Biasanya, penyakit ini terlihat di sela-sela jari, telapak tangan, dan telapak kaki. Gatal yang hebat pun akan terasa ketika anda akan tidur, ataupun setelah bangun tidur.

Berhati-hatilah! Penyakit skabies ini bisa menular dengan mudah, bisa dengan kontak langsung -berpegangan dengan sang penderita- ataupun tidak langsung, seperti pada seprai. Sarcoptes scabiei menularkan penyakit skabies ini dengan melompat dari satu permukaan kulit ke permukaan kulit lain.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Minggu, 08 Februari 2015

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (3)

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (3)

Pemilihan bahan juga berperan

Pernahkah anda berkunjung ke toko kain yang juga menjual bahan-bahan perangkat tidur? Mungkin anda akan langsung ditawari seprai, bantal, hingga selimut yang terbuat dari beragam jenis bahan, warna, serta ukuran. Terkadang, anda akan mudah tergiur oleh seprai-seprai berwarna menawan dengan harga miring, tanpa memikirkan apa bahan dasarnya.

Beberapa ahli menyarankan para konsumen memilih seprai berbahan 100% katun yang mudah menyerap cairan. Otomatis, tak hanya nyaman dan sejuk, cairan-cairan tubuh penyebab lembab -seperti keringat dan minyak- akan mudah terserap ke bawah permukaan kain seprai.

Berbeda dengan bahan polyester yang sulit menyerap cairan, lama kelamaan bahan ini pun akan lembab, lengket, dan bisa mendatangkan kuman serta bakteri lebih banyak lagi.

Belakangan, beredar teknologi antimicrobial protection bernama Microban yang ditambahkan di kain-kain perangkat tidur, sebagai contohnya, bisa anda temukan pada produk-produk Santas Home. Teknologi ini berfungsi untuk menghambat pertumbuhan mikroba atau mikroorganisme (makhluk hidup berukuran kecil) termasuk bakteri dan jamur. Teknologi ini menjadi salah satu solusi pemberi rasa aman dan nyaman agar anda sehingga bisa tidur lebih sehat dan nyenyak. Di tanah air, teknologi Microban ini disediakan oleh PT Neo Flamindonesia.

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kamis, 05 Februari 2015

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (2)

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur (2)

Jadi sarang persembunyian

Coba anda bayangkan, berapa lamakah anda menghabiskan waktu di tempat tidur? Sebagai ilustrasi, waktu tidur ideal seorang manusia tidak kurang dari 8 jam setiap harinya. Artinya, selama 8 jam tersebut, anda langsung bersentuhan dengan perangkat tidur -mulai dari sprei, bantal, guling dan selimut. Pernahkah anda berpikir, intensitas tinggi sang penghuni dengan area tidur menjadi salah satu sasaran empuk bagi kuman dan bakteri untuk bersarang?

Meskipun anda rajin membersihkannya setiap hari dan rutin mencucinya sebulan sekali, kebersihan perangkat tidur ini belum tentu terjamin. Ingatlah, setiap hari, anda meninggalkan ampas metabolisme tubuh -seperti sel kulit mati, minyak, keringat, air liur dan cairan lainnya- di perangkat-perangkat tidur tersebut. Ditambah lagi, debu dan kotoran lain, -seperti remah-remah makanan,- yang mudah terikat oleh kain sprei.

Satu hal yang harus anda ketahui, ampas metabolisme tubuh tersebut ternyata bisa mengundang organisme lain, seperti kutu dan tungau, untuk menghampirinya. Contohnya adalah sel-sel kulit mati. Normalnya, setiap hari, seorang manusia melepaskan kurang lebih satu juta sel kulit mati. Terlebih lagi, ketika sedang tertidur lelap. Yang menjadi masalah, keberadaan sel-sel kulit mati ini merupakan santapan favorit bagi tungau, hewan kecil bertungkai delapan yang dapat menyebarkan penyakit bagi manusia. Alhasil, tungau pun gemar mampir dan bersarang di balik sprei.

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur


Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 03 Februari 2015

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur

Cegah dan kenali penyebab gangguan tidur

Sudahkah anda cek kebersihan perangkat tidur anda, mulai dari sprei, bantal, hingga kasur? Hati-hati! Bila anda luput merawatnya, kesehatan keluarga anda bisa menjadi taruhannya.

Teks Candella Sardjito

Sudah beberapa hari, Herlina (35) sulit tidur nyenyak. Setiap terbangun, tubuhnya gatal-gatal dan memerah. Ketika ia periksa tempat tidurnya, ia tak menemukan seekor serangga pun. Tak terlihat sama sekali. "Padahal, saya selalu membersihkan area tidur ini, meskipun memang saya jarang mengganti alas tidurnya," ungkap Herlina kebingungan. Alhasil, tidur yang berkualitas menjadi hal langka bagi Herlina.

Menurut Dalai Lama, tidur merupakan bentuk meditasi terbaik yang pernah dimiliki manusia. Ketenangan emosional bisa anda dapatkan, setelah anda mulai mengistirahatkan mata, lantas nyenyak terlelap. Stres dan depresi pun bisa teratasi.

Tak hanya itu, kesehatan jasmani pun bisa anda capai. Selain membiarkan otot-otot anda beristirahat, ketika tidur, tubuh manusia juga akan mengalami perbaikan dan mengeluarkan racun. Hormon-hormon kekebalan tubuh pun dihasilkan dalam keadaan tidur. Tak heran bila ada yang mengatakan pola tidur seseorang mempengaruhi kualitas hidupnya pula.

Namun, apa jadinya bila anda bernasib sama dengan Herlina? Apa jadinya bila alas tidur -yang seharusnya memberikan kenyamanan- malah menjadi momok berbahaya bagi kesehatan anda?

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman