Tetangga Sejati
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum.
Kita diwajibkan untuk berbuat baik kepada semua tetangga. Lantas siapakah sejatinya tetangga kita?
Terima kasih, Tadz
Dari: An
Wa’alaikumussalam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du
Kata “tetangga” mencakup Mukmin dan Kafir
Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan, “Kata tetangga mencakup muslim maupun kafir, ahli ibadah maupun ahli maksiat, teman dekat maupun musuh, pendatang maupun penduduk asli, yang suka membantu maupun yang suka merepotkan, yang dekat maupun yang jauh, yang rumahnya berhadapan maupun yang yang bersingkuran.”
Beliau juga menegaskan, “Masing-masing tetangga memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Ada yang lebih baik sifatnya dibandingkan lainnya…dan masing-masing disikapi dengan baik sesuai keadaannya…” (Fathul Bari, 10:441).
Batasan Jumlah Tetangga
Ulama berbeda pendapat tentang batasan tetangga.
Pertama, semua orang yang tinggal satu kampung bersamanya. Pendapat ini berdalil dengan firman Allah di surat Al-Ahzab,
لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا
“Jika orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu) tidak menghentikan aksinya, niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.” (QS. Al-Ahzab: 60)
Allah menyebut semua penghuni Madinah sebagai tetangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua, semua orang yang menempati 40 rumah dari semua penjuru arah. Al-Hafidz Ibn Hajar membawakan keterangan,
عَنْ عَائِشَةَ حَدُّ الْجِوَارِ أَرْبَعُونَ دَارًا مِنْ كُلِّ جَانِبٍ وَعَنِ الْأَوْزَاعِيِّ مِثْلَهُ
Dari Aisyah, batasan tetangga adalah 40 rumah dari segala penjuru, demikian pula pendapat dari Al-Auza’i.
Ibn Hajar juga membawakan riwayat lain,
وَأخرج بن وهب عَن يُونُس عَن بن شِهَابٍ: أَرْبَعُونَ دَارًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ وَمِنْ خَلْفِهِ وَمِنْ بَيْنَ يَدَيْهِ
Diriwayatkan oleh Ibn Wahb, dari Yunus, dari Ibn Syihab, “Tetangga adalah 40 rumah, ke kanan, kiri, belakang dan depan. (Fathul Bari, 10:447).
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)
baja ringan banten, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, harga baja ringan, katalog produk baja ringan, rangka atap baja ringan, toko baja ringan
Minggu, 15 Desember 2013
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
Arsip Blog
-
▼
2013
(12)
-
▼
Desember
(12)
- SOLUSI MENGHADAPI PROBLEM RUMAH TANGGA SESUAI AJAR...
- Baja Ringan Tangerang
- MEMBINA RUMAH TANGGA HARMONIS
- MASJIDUL BAIT (MASJID DI DALAM RUMAH) URGENSI DAN ...
- MENJALIN CINTA ABADI DALAM RUMAH TANGGA
- SHOLAT BERJAMAAH TIDAK DI RUMAH
- BAHAYA PANDANGAN MATERIALISTIS, BAGI KEHIDUPAN RUM...
- RUMAH, MEMBONGKAR RAHASIA LELAKI
- Hukum KPR Syariah
- Siapakah Tetangga Kita?
- Hak Bertetangga
- Amalan Menempati Rumah Baru
-
▼
Desember
(12)