Minggu, 27 April 2014

Kami ingin selalu kembali ke rumah

Rumah kita

Kenyamanan dan kehangatan menjadi kunci utama rumah idaman. Rumah yang membuat seluruh anggota keluarga tak ingin lama berpaling darinya.

Teks Selvia Martiani

Luas bangunan 425 m2, luas lahan 360 m2

"There is nothing like staying at home for real comfort", kata-kata yang diucapkan Jane Austen ini tampaknya sangat nyata terasa saat sebuah keluarga berhasil menciptakan rumah yang mereka idamkan, yakni rumah nyaman dan hangat, yang selalu menjadi tempat favorit untuk berkumpul.

Setiap keluarga mengidamkan rumah semacam ini. Tidak terkecuali bagi keluarga Toto Suharto dan Ajeng Anindya. Keinginan mereka sederhana, hanya ingin membangun rumah yang nyaman dan asri. Berbekal tujuan tersebut, Ajeng meminta arsitek Andra Martin untuk merancangkan rumah impian keluarganya. "Kami memutuskan menggunakan jasa arsitek yang direferensikan oleh kontraktor kami", ujar Ajeng.

Hasilnya menakjubkan. Mereka merasa rumah mereka sangat nyaman dan hangat. Mereka tak ingin berada jauh dari rumah. Mereka ingin selalu berada rumah, bahkan bila perlu, memindahkan kantor dan pekerjaan mereka ke rumah.

Dibuat terbuka

Bagian fasad rumah yang unik dan menarik membuat kami penasaran ingin segera mengulik isi di dalamnya. Benar rupanya, hal pertama yang Tabloid Rumah rasakan saat menginjakkan kaki di rumah ini adalah: kami tidak ingin pulang dan ingin terus berada di sini. Rumah ini begitu hijau dan asri, begitu sejuk dan tenang, dan begitu cantik untuk dipandang. Rumah ini banyak memakai unsur alam, seperti kayu dan batu pada dekorasi interior dan materialnya.

Pintu-pintu besar dengan material kaca menjadi pembatas antara ruang luar dan ruang dalam. Namun, pintu yang selalu terbuka membuat area dalamnya terkesan menyatu dengan area luar. Pintu yang selalu dibiarkan terbuka membuat angin sepoi-sepoi dapat bebas memasuki area dalam rumah. Kesan sejuk dan relaks membuat siapa saja betah berada berlama-lama di rumah ini.

Kayu bekas bantalan rel kereta

Ada yang menarik dari material rumah ini, yang membuatnya terasa unik sekaligus cantik. Kayu yang digunakan untuk deck lantai, pintu-pintu, kisi-kisi plafon, dan railing tangga ini ternyata adalah kayu bekas bantalan rel kereta api dan kapal.

"Ide kayu bantalan rel ini muncul ketika kami melihat-lihat pameran furnitur, ternyata kayu-kayu bekas dapat didaur ulang menjadi berbagai macam furnitur", ujar Ajeng bercerita.

Ajeng menuturkan, karena kayu semakin langka, ia dan suami mengusulkan kepada arsitek untuk menggunakan kayu bekas bantalan rel kereta api. Ajeng memilih jenis bantalan rel dari kayu ulin (kayu besi) yang dianggap kuat karena kayu tersebut sudah teruji selama bertahun-tahun dan sering diterpa oleh berbagai macam cuaca.

"Sebagian lantai menggunakan kayu ulin bekas kapal, sedangkan furnitur sebagian besar kami kombinasikan dengan kayu trembesi", ujar Ajeng menambahkan.

Ingin rumah fungsional

Selain rumah yang menyatu dengan alam, Ajeng dan suami pun ingin membangun sebuah rumah yang fungsional. Pasalnya, luas lahan yang mereka miliki kurang dari 200 m2, sehingga agak sulit untuk membuat rumah dengan kombinasi alam terbuka namun tetap fungsional. Oleh sebab itu, ia meminta sang arsitek untuk merancangkan bangunan ke atas, agar area lainnya bisa dimanfaatkan untuk membuat taman.

Namun, ketika tetangga mereka menjual lahannya, Ajeng dan suami berinisiatif untuk membeli lahan yang persis berada di samping rumahnya tersebut. Alhasil, ketika bangunan inti sudah terbangun, lahan baru pun dimanfaatkan sebagai area terbuka dan dijadikan taman.

Kelola interior sendiri

Meski bangunan dibuat menggunakan jasa arsitek, Ajeng dan suami memutuskan untuk mengelola bagian interior sendiri. Segala hal yang berhubungan dengan interior mereka diskusikan bersama, konsep "menyatu dengan alam" pun mereka jadikan acuan. Mereka banyak memakai kayu. Penggunaan material kayu tidak hanya terlihat pada deck lantai, tapi juga pada hampir seluruh furnitur di rumah ini.

Permainan interior yang dikelola Ajeng bersama suami rupanya bisa berpadu dengan gaya arsitektur dan konsep yang ingin dibangun di rumah ini, sehingga tampak serasi dan selaras.

Ajang kumpul-kumpul

Nuansa rumah asri dan sejuk ini rupanya dimanfaatkan oleh kerabat dekat dan keluarga untuk kumpul-kumpul, baik ketika arisan keluarga atau sekedar menghabiskan waktu bersama.

"Sejak rumah ini dibangun, keluarga-keluarga selalu ingin acara arisannya di sini dan setiap minggu pasti enggak pernah sepi dari tamu", ujar Ajeng bercerita dengan wajah sumringah.

Memang, setiap orang yang menyambangi rumah ini akan jatuh cinta dengan gaya arsitektur dan pengelolaan interior yang hangat dan nyaman. Kami pun merasakannya. Konsep rumah yang ingin dibangun pasangan ini pun telah berhasil dicapai, menghadirkan kenyamanan dan keinginan untuk selalu berada di rumah sepanjang waktu. Konsep kuat dan konsistensi untuk mempertahankan konsep tersebut adalah kuncinya.

Ini materialnya:
1. Sofa: cellini
2. Lantai: niro granite
3. Furnitur kayu: citra artistik
4. Meja makan: citra artistik

Tampilan fasadnya yang sudah menunjukkan keunikan dari rumah kayu ini.

Elemen alam seperti batu, kayu, dan tumbuhan menghiasi rumah ini, membuatnya terkesan sejuk dan asri.

Ketika beberapa area didominasi material kayu, ruang santai sekaligus ruang tidur tamu ini tampil ceria dengan aksesoris warna cerah yang digunakan.

Ruang tidur utama yang tampak seperti kamar di cottage membuatnya terkesan hangat dan nyaman.

Ruang makan berada di lahan terbuka. Selain tidak terkesan formal, ruang makan ini juga dapat difungsikan sebagai ruang serbaguna.

Area luar dan dalam tampil menyatu, hanya dibatasi oleh pintu kaca yang digeser.

Untuk membiarkan udara tetap masuk, pada bagian atas dinding dibuat lubang udara.

Meja rias ini memiliki 2 fungsi. Bila daun mejanya diangkat ada sebuah ruang penyimpanan untuk aksesoris, seperti cincin, anting, dan gelang. Daun mejanya sendiri berfungsi sebagai cermin.

Material kaca tampak mengisi bagian tengah dinding, ini memungkinkan penghuninya merasakan cahaya matahari pagi.

Berikan aksesoris menarik untuk menyambut tamu, seperti keset ini. Di permukaannya disisipkan tulisan-tulisan lucu yang akan menambah warna interior rumah Anda.

Desain dapur yang dibuat selaras menyesuaikan dengan rangka bangunan yang didominasikan material kayu.

Area attic (loteng) dimanfaatkan untuk area santai sekaligus kum-kumpul.

Curi idenya.

Rumah editor's choice.

===

Sumber:
Tabloid RUMAH Edisi 288 - XII, 28 Maret - 10 April 2014

===

Perpustakaan Islam Online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

baja ringan banten, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, baja ringan tangerang, harga baja ringan, katalog produk baja ringan, rangka atap baja ringan, toko baja ringan,

Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman