Minggu, 18 Januari 2015

Ubin klasik melejit setelah mati suri (2)

Material

Ubin klasik melejit setelah mati suri

Bangkit setelah mati suri

Pesona keindahan ubin klasik tak hanya diminati masyarakat Yogyakarta, tetapi juga kota lainnya di Indonesia. Bahkan, ubin ini sempat mencapai tangga popularitas tertinggi dan merajai pangsa pasar penutup lantai di tahun 80 hingga 90-an. "Dulu, kalo pakai tegel ini kayaknya rumah wah banget. Ibaratnya, kayak rumah sekarang pakai lantai granit asli," ucap Rasminah, yang mengisahkan bahwa rumah orang tuanya dulu juga menggunakan ubin klasik polos berwarna abu-abu.

Hanya, semenjak lahirnya keramik dan penutup lantai keramik homogenous di tahun 2000-an, pesona ubin klasik ini kian meredup dan susah dicari di pasaran. Bahkan, beberapa orang memprediksikan ubin ini akan "mati" dan tinggal kenangan. Tetapi, ubin ini ternyata hanya mati suri. Waktu juga lah yang akhirnya membangkitkan sang primadona ini kembali. Bahkan, pecinta dan penggemarnya kini terus bertambah banyak.

Bersambung...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman