Rabu, 16 September 2015

"Ciptakan 'Green property' di Rumah" | Atap Zincalume

Permasalahan sampah tentu sudah menjadi momok bagi warga ibukota dan area komuter di sekitarnya. Setiap harinya, warga Jakarta dan sekitarnya menghasilkan jutaan ton sampah. Seperti kita ketahui, sebagian besar sampah yang diproduksi dan dibuang ke tempat pembuangan akhir adalah sampah rumah tangga.

Ada banyak masalah lingkungan hidup yang harus dihadapi warga yang tinggal di kota besar. Selain sampah, permasalahan cuaca yang tidak menentu kadang membuat rumah yang harusnya nyaman dihuni, malah terasa panas hingga kita perlu memasang AC di setiap ruangan.

Alangkah menyenangkannya jika setiap rumah tangga mampu meminimalisasi jumlah sampah. Rumah yang kita huni pun akan terasa nyaman jika udaranya sejuk alami.

George Clarke, seorang arsitek berkebangsaan Inggris yang sudah melanglang buana di dunia properti di seluruh dunia, punya beberapa tips untuk membangun rumah yang ramah lingkungan. Simak beberapa tips berikut ini, siapa tahu Anda terinspirasi untuk membuat bisnis green property.

1. Gunakan material buatan lokal, jangan mengimpor. Untuk apa mengimpor kalau semua kebutuhan untuk membangun rumah ramah lingkungan sudah ada di negeri sendiri.

2. Buatlah sekat untuk atap. Di rumah kita terdapat berbagai macam barang elektronik. Barang-barang elektronik itu melepaskan panas. Rumah yang ramah lingkungan sebaiknya memperhatikan hal-hal semacam ini.

3. Beli furnitur yang dibuat dari barang daur ulang. Furnitur dari kayu lapis sisa kargo peti kemas sedang tren saat ini. bentuknya bagus dan harganya murah. Kalau mau, Anda bisa membuatnya sendiri.

4. Jika merenovasi bangunan, jangan buang material-material bekas yang masih bisa dipakai, karena material itu bisa didaur ulang.

5. Gunakan cat berbahan dasar air dan mengandung pewarna alami. Rumah yang ada saat ini umumnya menggunakan cat berbahan dasar minyak. Semua material yang mengandung minyak sebaiknya memang tidak terlalu banyak digunakan, karena untuk memproduksinya membutuhkan banyak energi.

6. Menabung untuk beli panel surya. Panel surya harganya memang mahal. Dan biaya perawataanya pun lebih mahal daripada harga belinya.

7. Ganti bohlam atau neon Anda dengan lampu hemat energi. Konsumsi energi dalam rumah harus seminimal mungkin.

8. Gunakan bahan kayu untuk lis pintu ataupun jendela, jangan gunakan material logam atau UPVC (unplasticised poly vinyl chloride). Pada dasarnya, bahan kayu lebih menyerap panas, dan lebih mudah diperbaiki jika mengalami kerusakan.

9. Awasi penggunaan listrik. Zaman krisis ekonomi seperti ini, mungkin Anda banyak memotong beberapa biaya hidup.

sumber: rumahku dot com

Baca artikel berikutnya: Penyebab Kebocoran Atap Rumah

atap zincalume ...

atap zincalume ...

atap zincalume ...

atap zincalume ...

atap zincalume ...

atap zincalume ...

atap zincalume ...

kanopi baja ringan ... konstruksi baja ... atap galvalum ... kuda kuda baja ringan ... atap zincalume ... konstruksi atap baja ringan ... ukuran baja ringan ... rangka atap ... baja ringan tangerang ...

baja ringan tangerang ...

baja ringan tangerang ...

baja ringan tangerang ...
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman