Gara-gara hobi dekorasi, pemilik rumah menyulap hunian di bilangan BSD City ini menjadi showroom atas bisnis interior yang dilakoninya.
Teks Tiya Septiawati.
Foto Yannis Rudolf Pratasik.
Luas Bangunan: 240 m2.
Luas Lahan: 200 m2.
Mengungkapkan isi hati bisa dengan beragam cara. Salah satunya, lewat kegemaran menghiasi bagian dalam rumah. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Susanti. Lewat hobi dekorasi, Susanti meneruskannya sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Dari situ lah, Ibu dari Siti Karina dan Muhammad Hafizh Arrafi ini menawarkan jasa desain interior, mulai dari furnitur, dapur, dan ruang lainnya.
Agar calon klien mudah menentukan pilihan desainnya, Santi -sapaan akrabnya- memanfaatkan karya dekorasinya di dalam rumahnya sebagai ruang pamer atau showroom-nya. Kalau sudah lihat hasil desain yang sudah jadi, tentu calon klien tadi mudah menentukan pilihan." Jadi selain karena hobi, rumah juga jadi semacam showroom buat calon klien," ujar Santi.
Beragam Tema.
Lantaran dijadikan sebagai showroom, Santi menghias berbagai dekoarasi hingga interior rumahnya agar tampil menawan. Bicara tema, Santi mengaku menggunakan beragam tema dalam huniannya, agar calon pelanggan dapat dengan mudah melihat karya desainnya. Itu sebabnya, di dalam rumah ini, kami menjumpai beragam tema, mulai dari country, shabby chic, hingga bohemian.
"Setiap ruangan sengaja dibedakan konsepnya biar enggak bosan. Lagipula, tiap ruang di rumah itu punya fungsinya masing-masing dan punya peran yang besar juga, rasanya egois kalau hanya mementingkan satu atau dua ruang saja, jadilah saya tuangkan ide yang berbeda di masing-masing ruang," cerita pemilik usaha interior bernama Hommy Living ini.
Furnitur Custom.
Memiliki bisnis interior design & build ternyata memudahkan Santi untuk memiliki furnitur impiannya. Pasalnya, Santi merancang sendiri hampir semua furnitur di rumah ini. Dengan memperkerjakan beberapa tukang asal Jepara, ia memandori langsung setiap proses pembuatan furnitur.
Tapi usut punya usut, ternayata Santi tidak memiliki latar pendidikan desain interior. Lulusan perhotelan Akademi Pariwisata NHI Bandung ini mengaku ilmu merancang interior justru didapatkannya dengan cara belajar mandiri alias otodidak. "Saya banyak belajar dari majalah, internet, dan instagram. Ide itu kemudian saya padankan sendiri sesuai keinginan saya," pungkas istri dari Harris ini. Jadi, selamat menelisik hunian sekaligus portofolio karya dekorasi.
Desain shabby chic mendominasi kamar tamu. Wallpaper motif bunga sengaja dipilih untuk menguatkan tema tersebut.
Untuk foyer, penghuni meletakkan single chair berwarna merah sebagai focal point.
Bagian fasad rumah menggunakan material bata ekspos dari Karang Pilang.
Desain tempat tidur sengaja dibentuk horizontal untuk memaksimalkan ukuran ruang yang terbatas.
Area dapur bersih yang menyatu dengan bench didominasi oleh warna putih dengan material keramik ukuran 10cm x 20cm.
Teras inilah yang menjadi salah satu ruang favorit penghuni. Di sini, ia biasa berkumpul bersama keluarga sambil menikmati udara sore.
Curi Idenya!
Jangan Lupakan Bordes.
Sebagai area transisi saat menaiki atau menuruni tangga, bordes sering kali diabaikan. Padahal bordes juga dapat difungsikan sebagai area dekoratif yang akan mempermanis interior sebuah rumah. Area dinding bordes yang biasanya kosong bisa anda tambahkan dengan ambalan minimalis sebagai tempat pajang elemen dekoratif. Seperti pada hunian ini, bordes dimanfaatkan sebagai tempat untuk meletakkan pigura.
Lokasi kediaman Harris - Susanti, Foresta, BSD City, Tangerang Selatan.
===
Sumber:
Tabloid Rumah, Panduan Lengkap Penghuni Cerdas, Edisi 379 - XV, 29 September - 12 Oktober 2017, Renovasi Kamar Mandi Mulai Rp 2 Juta.
===
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!