Kamis, 30 Januari 2014

Menata Air, Menata Hidup

Menata Air, Menata Hidup

Dok. Hansgrohe

TABLOIDRUMAH.com– Bicara soal air tidak akan pernah selesai. Bagaimana tidak? Kehidupan kita di dunia ini sangat terpengaruh pada keberadaannya. Kesehatan fisik kita akan terjamin jika kita cukup mendapat pasokan air bersih. Kebutuhan akan air begitu tinggi. Lebih dari 200 liter setiap orang menggunakan air setiap hari.

Namun, tak hanya air bersih, limbah buangannya pun sangat berpengaruh pada kesehatan kita. Sistem pembuangan yang lancar dari air buangan ini (baik padat maupun cair) akan menentukan kesehatan dan kenyamanan hidup kita.

Kesulitan mendapatkan air bersih dan distribusi air yang tidak lancar menjadi masalah yang kerap muncul dalam kehidupan kita, di rumah maupun di mana pun kita berada. Begitupun dengan air buangan yang tak terkelola dengan baik, dapat menjadi sumber masalah yang berpotensi menghasilkan masalah-masalah lain yang lebih besar.

Limbah Rumah Tinggal

Setiap rumah tinggal menghasilkan limbah dari aktivitas yang dilakukan oleh penghuninya. Ini berasal dari dapur, kamar mandi, dan kloset. Menjadi masalah yang sangat fatal, jika pembuangan air limbah ini terganggu. Pencemaran lingkungan dan berbagai jenis penyakit (pencernakan, kulit, dan pernapasan) bisa muncul.

Pemipaan Sebagai Urat Nadi

Kunci dari semua permasalahan tentang air dan distribusinya adalah pada sistem pemipaan (plumbing). Sistem pemipaan ini ibarat urat nadi bagi penghuni rumah dalam beraktivitas. Hampir seluruh kegiatan di dalam rumah (memasak, mencuci, mandi, perawatan rumah) menggunakan air. Yang ditangani oleh sistem ini tak hanya air bersih, namun juga air kotor, air bekas, air hujan, dan kotoran.

Karenanya, kondisi sitem pemipaan harus prima dan dijaga agar tak terjadi gangguan. Gangguan pada sistem ini bisa terjadi karena masuknya kotoran, tikus, serangga dalam pipa atau tangki penyimpanan air, atau adanya karat pada bahan pipa atau tangki.

Untuk itulah sistem pemipaan harus direncanakan dan dibuat secara cermat dan benar, bahkan sejak dari awal dimulainya proses pembangunan rumah. Karena jika tak direncanakan dari awal, ketika terjadi kerusakan maka akan menimbulkan banyak kerugian baik dari sisi biaya maupun kerusakan lainnya.

Perencanaan sistem pemipaan seharusnya dilakukan sejak awal pembangunan rumah.

Pencemaran Air

Selain sistem pemipaan, pencemaran air adalah hal lain yang selalu hadir saat kita bicara soal air. Keterbatasan lahan dan pembangunan yang acak, tak tertata, mengakibatkan munculnya sistem sanitasi ya ng tidak memenuhi syarat.

Sebagai contohnya adalah penggunaan sumur dangkal sebagai pemasok air bersih. Sumur-sumur dangkal seperti ini berpotensi terkontaminasi aneka bakteri. Bahkan karena keterbatasan lahan seringkali pasokan air bersih dari sumur dangkal ini berdekatan dengan kawasan industri yang mengandung unsur logam berat (air raksa atau timbal). Pada kondisi ini air bersih tak lagi layak untuk dikonsumsi.

Penurunan mutu air tanah juga dipengaruhi hal lainnya seperti dengan meningkatnya mutu garam pada air tanah. Yaitu m air laut ke dalam lapisan air tawar atau dikenal dengan intrusi air laut.

KSAN 2013

Penyediaan air bersih untuk minum dan tersedianya sanitasi yang memenuhi syarat adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Berbagai program telah dilakukan oleh pemerintah untuk menjamin tersedianya akses air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Dalam rangka memperluas pengetahuan mengenai sanitasi dan air minum di Indonesia dan mengajak semua pihak berperan aktif dalam kegiatan pembangunan sanitasi dan air minum, maka Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional akan kembali menggelar Konferensi Sanitasi dan Air Minum (KSAN).

Agenda yang Unik

KSAN 2013 ini adalah program dua tahunan yang diadakan pertama kali tahun 2007. Penyelenggaraan KSAN ke-4 pada 29 Oktober- 30 Oktober 2013 ini selain akan melibatkan sembilan kementerian di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, juga 40 mitra seperti Unicef, Waspola, The World Bank, USDP, High Five, IUWASH, Plan Indonesia, PERPAMSI, dan AKKOPSI.

Keunikan KSAN 2013 yang mengusung tema besar “ Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)” ini antara lain adalah diadakannya talkshow setiap harinya dengan tema khusus yang terkait tema utama oleh setiap kementerian. Festival KSAN 2013 melibatkan publik yang terdiri dari berbagai komunitas, anak-anak sekolah, masyarakat umum, dan media. Festival yang berkonsep “One Giant Booth” ini menyajikan area pameran serupa wahana dengan mengusung tema utama “Pengamanan Air Mimun”. Salah satu yang akan ditampilkan adalah. sajian perjalanan air dari hulu ke hilir. Sejumlah praktik baik maupun buruk dalam pengelolaan air minum dan sanitasi serta dampaknya, akan dicontohkan di sini.

Keterlibatan semua pihak akan menentukan suksesnya acara ini. Diharapkan KSAN 2013 memberikan dampak positif dan menjadi kekuatan yang positif yang mendorong edukasi dan advokasi air minum dan sanitasi kepada masyarakat.

( Johanna Erly Widyartanti/ Wartawan Tabloid RUMAH )

baja ringan banten, baja ringan tangerang, harga baja ringan, katalog produk baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, rangka atap baja ringan, toko baja ringan,
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman