Sabtu, 18 April 2015

Plafon gypsum minimalis: YIDI - Ruang "Curhat" Para Desainer Muda: Gerakan "Free Design is a Crime" - Plafon gypsum tangerang

Koridor

YIDI - Ruang "Curhat" Para Desainer Muda

Gerakan: "Free Design is a Crime"

Melalui gerakan ini, YIDI menolak pemikiran bahwa desain interior bisa dihargai gratis. Gerakan ini terlahir dari keadaan lapangan dimana desainer interior yang kurang profesional memasarkan jasanya dengan menggratiskan biaya desain, sehingga menimbulkan pemikiran yang salah di masyarakat. Gerakan ini berusaha menginformasikan masyarakat bahwa secara keprofesian, desain gratis dianggap tidak etis, tidak profesional, dan tidak membangun bagi desainer interior Indonesia generasi mendatang.

Wandi "Uwa" Krisdian bersama para desainer mendukung gerakan Free Design is a Crime.

Diskusi santai menjadi agenda wajib bagi YIDI sebagai ruang komunikasi sesama desainer interior muda Indonesia.

Bersama Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, mengkampanyekan gerakan Free Design is a Crime dalam salah satu acara.

Beberapa produk karya anak bangsa yang ikut serta dalam pameran artefak.

YIDI bekerja sama dengan komunitas LUMINTU, mengajak anak-anak membuat robot dari barang bekas pada acara Artefak 2013.

Salah satu sudut pamer di acara Artefak tahun 2013.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman