Walau Terbatas Hasilnya Bikin Puas
Teks Irfan Hidayat
Ada banyak keterbatasan yang dirasakan pemilik rumah dan desainer interior saat mendesain apatemen ini. Namun, semua itu sirna karena desainer mampu memberi solusi dan pemilik rumah puas dengan hasil desainnya.
Luas unit: 33 m2
Nila Fitriani (38) dan sang suami, Muhammad Ali (38), tak pernah benar-benar bisa melepaskan Jakarta. Walau Nila dan Ali telah bertahun-tahun tinggal di Makasar karena keduanya memiliki pekerjaan di sana, tetapi mereka selalu merindukan Jakarta. Tak heran, jika mereka selalu menyempatkan pulang ke Jakarta sekedar bertemu keluarga besar atau menikmati keindahan Ibukota yang penuh kenangan. "Walau pekerjaan kami di Makasar, tetapi kami asli Jakarta. Jadi, kami selalu menyempatkan balik ke Jakarta, maksimal 2 bulan sekali," ucap Nila.
Awalnya, Nila dan sang suami selalu menginap di rumah saudara atau di hotel setiap pulang ke Jakarta. Karena tak ingin merepotkan saudara dan merasa boros tinggal di hotel, mereka pun memutuskan untuk membeli hunian. Pilihan jatuh ke Apartemen Green Pramuka tipe 2 kamar sebagai tempat tinggal. Alasannya, karena lokasi apartemen ini strategis dan berada di pusat kota.
Singkat tapi padat
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saat Nila berencana mencari desainer interior, ia langsung mendapat rekomendasi dari sepupunya. "Sepupuku bilang agar menyerahkan desain apartemen kepada Nirwana dari B'One desain," ucap Nila. Di sela-sela waktunya yang terbatas, ia menyempatkan waktu untuk melihat hasil pekerjaan dapur sang desainer interior di rumah sepupunya. Setelah yakin dengan pekerjaan sang desainer, akhirnya ia memutuskan bertemu dengan Nirwana.
Tanpa harus bertele-tele, keduanya langsung berdiskusi sesaat setelah bertemu. Karena keduanya sadar waktu mengobrol terbatas, Nila sudah menyiapkan beberapa desain yang disukai sebagai referensi dan Nirwana sudah menyiapkan beberapa desain hasil karyanya. Hasilnya, banyak keputusan yang cepat diambil, dari mulai konsep desain hunian, model furnitur, peletakkan barang, material yang akan digunakan, hingga warna.
"Kami memang harus mendapat kesepakatan desain di awal. Ini penting karena saya sendiri sadar tak bisa melihat dan mengawasi proses pembangunan secara langsung," ucap Nila.
Gunakan semua jalur komunikasi
Setelah terjadi kesepakatan desain di awal, Nirwana sebagai desainer interior melakukan tugasnya. Ia mulai membuat desain secara nyata sesuai dengan ukuran apartemen. "Dari mulai proses desain hingga pengerjaan, kami selalu melakukan komunikasi secara intens. Komunikasi yang kami lakukan dari mulai telponan, whatsapp-an, BBM-an, hingga kirim-kiriman email," ucap Nirwana. Apa saja kesepakatan yang mereka buat?
Pertama, apartemen harus dibuat dalam balutan gaya modern dan simpel. Desain ini dipilih karena Nila tak menyukai desain yang rumit. Bagi Nirwana, ini tentu sebuah hal yang bagus karena sangat pas diaplikasikan di ruang terbatas. "Luas ruangnya memang sangat terbatas. Jadi pas jika memilih desain modern dan simpel," ucap Nirwana. Gaya modern ini terlihat pada furnitur yang didesain minim detail.
Kedua, tampilan harus terlihat seperti hotel tetapi tetap homy. "Dirancang seperti hotel agar ada kesan setiap datang ke Jakarta, pikirannya seperti sedang liburan dan tinggal di hotel," ucap Nila. Walau begitu, ia tak ingin sepenuhnya seperti hotel, karena bagaimanapun ini adalah tempat tinggal yang harus dirancang se-homy mungkin.
Ketiga, walau kecil dan terbatas, tetapi Nila ingin semua kebutuhan untuk tinggal terpenuhi. Apartemen ini terdiri dari ruang tidur utama, ruang tidur anak, ruang tamu yang berfungsi sebagai ruang keluarga dan makan, dapur, serta kamar mandi. Komplet dan memenuhi semua kebutuhan.
Keempat, Nila meminta warna ruang yang tidak terlalu ramai tetapi diusahakan ada sentuhan warna biru di salah satu ruangnya. Warna biru ini adalah warna kesukaan Nila. Setelah disepakati, warna ini tak muncul di semua ruang, tetapi hanya muncul di sofa ruang tamu dan dapur. "Warna ini sengaja ditempatkan di ruang publik saja sebagai point of interest dari ruangan. Sementara warna lainnya memilih warna-warna yang kalem dan terlihat elegan," ucap Nirwana.
Kelima, apapun desain dan rancangannya, perawatannya harus mudah. Perawatan ini penting karena apartemen tak ditinggali setiap hari. Biasanya, apartemen akan dibersihkan sesaat setelah datang dan sebelum pergi. Akhirnya dipilih furnitur yang memiliki permukaan polos sehingga mudah dibersihkan dan tak menyimpan banyak debu.
"Alhamdulillah, melalui komunikasi yang intens antara saya dan Bu Nila, semua berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan," ucap Nirwana yang menyelesaikan proses desain selama 1 minggu dan pembangunan 1,5 bulan. Nila pun merasa puas dengan desain apartemennya ini walau didesain dalam segala keterbatasan yang ada. "Saya suka dan puas. Ini lebih dari ekspekstasi saya. Jadi ingin sering-sering datang ke sini," ucap Nila.
Walau unit apartemen ini kecil, tak terlihat sumpek. Ini berkat penataan dan layout yang baik.
Ini materialnya:
1. Lantai: homogeneous tile ukuran 60cm x 60cm.
2. Plafon: papan gipsum 9mm finishing cat.
3. Dinding: plesteran dan gipsum finishing wallpaper dari Italia.
4. Furnitur: multipleks finishing HPL dan duco.
Simpel, modern, dan ada sentuhan warna birunya. Desain ini sesuai dengan impian pemilik apartemen.
Lokasi kediaman Nila Fitria dan Muhammad Ali, apartemen Green Pramuka, Jakarta Timur.
Ruang tidur ini dirancang ala hotel, agar pemilik terus merasa sedang berlibur.
Karena ruangan kecil, ruang sisa diubah menjadi lemari-lemari penyimpanan. Contohnya, di bawah tempat tidur ini.
Walau ada permainan warna, antar elemennya tetap memiliki benang merah, yaitu warna putih dan abu-abu sebagai penetralisir.
View dari kamar tidur menuju ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Perbedaan konsep membuat ruang tak tampak monoton.
Curi idenya!
Headboard sekaligus tempat pajang
Jika headboard biasanya hanya hadir sebagai elemen mempercantik ruang tidur, coba desain headboard dengan desain yang lebih fungsional. Headboard ini contohnya. Tak hanya dirancang untuk mempercantik ruang tidur, tetapi juga didesain sebagai tempat pajang. Beberapa ambalan dihadirkan di headboard ini yang berfungsi untuk menaruh buku atau aksesori interior lainnya.
Jika anda ingin meniru desain ini, perhatikan peletakkan ambalan terbawah. Usahakan agar jaraknya lebih dari 90cm (dari permukaan tempat tidur), agar kepala tak terantuk saat duduk. Jika tak memungkinkan, jangan membuat ambalan sepanjang lebar tempat tidur. Buat saja separuh lebar tempat tidur sehingga anda masih bisa duduk bersandar di area yang tak terkena ambalan.
Bersambung...
===
Plafon gypsum tangerang ... Plafon gypsum minimalis ... Plafon gypsum tangerang ... Plafon gypsum klasik ... Plafon gypsum tangerang ... Plafon gypsum harga ... Plafon gypsum tangerang ... Plafon gypsum jayaboard ... Plafon gypsum tangerang ... Gypsum tangerang ...
===
Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 316-XIII, 01-14 Mei 2015: "A-Z Meningkat Rumah".
===
Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT