Minggu, 21 Juni 2015

Baja Ringan di Jakarta - "A - Z Meningkat Rumah: Kontrak Rumah untuk Simpan Barang" - Toko Baja Ringan

Layanan GRATIS Konsultasi, Estimasi Biaya, dan Survei Lokasi: Rangka Atap Baja Ringan, Genteng Metal, dan Plafon Gypsum.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Ruang Utama

A - Z Meningkat Rumah

Kiat Sukses Meningkat

Kontrak rumah untuk simpan barang

Saat meningkat rumah, soal perlu tidaknya pindah rumah selalu jadi permasalahan. Walaupun menggunakan material yang minim bekisting, namun proses pembangunan masih menghasilkan debu. Pembangunan dinding pastinya menggunakan semen -yang menghasilkan debu, pemasangan lantai juga menggunakan semen, yang lagi-lagi menghasilkan debu.

Tinggal bersama debu tentu tidak nyaman, apalagi bagi orang-orang yang memiliki riwayat alergi debu. Namun, mengontrak rumah pastinya memakan biaya yang tidak sedikit. Apalagi, barang yang ada cukup banyak sehingga tak mungkin mengontrak rumah petakan yang ukurannya mungil.

Lia Amalia (37), seorang pegawai negeri yang sedang meningkat rumahnya yang terletak di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, punya taktik lain. Sadar dengan barang yang cukup banyak, namun dana tidak mencukupi, ia kemudian mengontrak rumah kecil hanya untuk menaruh barang-barang besar, seperti lemari, kulkas, sofa dan sebagainya. Ia lalu menumpang di rumah orang tuanya, hanya dengan membawa pakaian dan kebutuhan sehari-hari.

Hal serupa dilakukan Anna Afriani (32), karyawan salah satu bank swasta. Bedany, ia "meninggalkan" barang-barang besarnya di bedeng yang ia bangun di pojok rumahnya. Bagian atas bedeng jadi tempat tinggal tukang, bagian bawah jadi gudang barangnya. Bedeng itu ia kunci dengan sehingga aman dari risiko kemalingan. Sementara ia dan keluarga kecilnya pindah ke rumah kontrakan kecil yang tak jauh dari rumahnya. "Lumayan, daripada mesti kontrak rumah besar untuk semua barang," ucapnya.

Beda halnya yang dilakukan Surya (40). Salah satu pemilik rumah di Bintaro ini tetap tinggal di rumahnya selama proses meningkat rumah. Namun, ia membagi dua rumahnya. Bagian depan ia tingkat terlebih dahulu, bagian belakang ia jadikan tempat tinggalnya. Agar debu tak masuk, ia membuat pemisah berupa dinding masif dari tripleks yang dilapisi dengan terpal. Ia juga membuat jalan masuk khusus yang kanan-kiri-atasnya ditutup dengan tripleks. Nantinya, jika bagian depan sudah selesai ditingkat, ia akan pindah ke bagian depan, dan proses pembangunan dilanjutkan di bagian belakang. Ia mengaku, dengan begini, ia bisa mengirit uang untuk mengontrak, sekaligus bisa mengontrol tukang yang bekerja. "Walaupun debu masih ada juga dan agak terganggu dengan suara berisik," ujarnya.

Jadi, inginkah pindah?

Bersambung...

===

baja ringan di jakarta ... baja ringan di jakarta ... baja ringan di jakarta ... baja ringan tangerang ... baja ringan di jakarta ... harga baja ringan ... toko baja ringan ... atap baja ringan tangerang ...

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 316-XIII, 01-14 Mei 2015: "A-Z Meningkat Rumah".

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===

Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry® PIN 269C8299
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman