Membeli rumah yang siap huni memang menjadi pilihan bagi banyak orang. Anda tidak perlu repot dengan segala macam proses pembangunannya. Namun, jika Anda ingin mendapatkan satu kepuasan tersendiri, Anda bisa membangun sendiri rumah Anda sedari awal.
Dari pembelian lahan, perancangan desain rumah, pembelian material bangunan, memilih kontraktor dan tukang bangunan, semuanya Anda kerjakan sendiri. Memang sangat merepotkan, tetapi Anda bisa mengontrol sepenuhnya pembangunan rumah impian sesuai dengan rancangan Anda.
Bagi Anda yang akan membangun rumah sendiri, berikut ini ada hal yang perlu Anda perhatikan terkait sistem kerjasama yang bisa Anda terapkan dengan tukang yang membangun rumah Anda.
Anda bisa menggunakan tukang bangunan dengan sistem pengupahan harian ataupun sistem borongan. Apa bedanya? Simak penjelasannya berikut ini!
1. Sistem Harian
Kebanyakan orang memilih sistem harian. Anda yang membeli semua material dan kebutuhan pembangunan, dan tukang bangunan tinggal mengerjakan bagiannya.
Namun, Anda harus hati-hati memilih tukang bangunan karena terkadang ada yang sengaja memperlama pekerjaannya untuk mendapatkan bayaran yang lebih banyak.
2. Sistem Borongan Jasa
Pada sistem borongan jasa, Anda akan membayar tukang sesuai dengan luas bangunan yang sudah dikerjakannya. Bayarannya dihitung per meter persegi sesuai dengan kesepakatan Anda dan tukang tersebut.
Kelebihannya, tukang akan bekerja dengan cepat, namun kekurangannya Anda harus repot mempersiapkan semua kebutuhan pembangunan rumah.
3. Sistem Borongan Penuh
Sistem borongan penuh memudahkan Anda dari awal perencanaan. Anda tinggal memberitahukan kepada kontraktor desain rumah seperti apa yang Anda inginkan dan material apa saja yang Anda suka.
Kontraktor akan memberikan penawaran dan mengerjakan semuanya. Anda tinggal menunggu rumah Anda jadi sesuai permintaan Anda. Namun, sistem borongan penuh biasanya membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.
sumber: rumahku dot com
atap galvalum...
atap zincalume...
atap zincalume...
atap zincalume...
atap zincalume...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
baja ringan tangerang...
kanopi baja ringan...
konstruksi atap baja ringan...
konstruksi baja...
kuda kuda baja ringan...
rangka atap...
ukuran baja ringan...
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
Arsip Blog
-
▼
2015
(204)
-
▼
November
(25)
- Hindari Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh ...
- Siasat Hemat Air Bersih Saat Musim Kemarau | Konst...
- Rumah Tetap Bersih Meski Banyak Anak-anak | Atap z...
- Renovasi Rumah Tak Perlu Mahal, Ikuti Trik Ini! | ...
- Tips Renovasi Rumah bagi Penderita Alergi dan Asma...
- Ikuti 7 Cara Menghilangkan Lelah pada Siang Hari |...
- 10 Trik Sederhana Rumah Sejuk Tanpa AC | Atap zinc...
- Bedanya Bangun Rumah dengan Tukang Harian dan Boro...
- Mengenal Jenis-jenis Atap Genteng Rumah | Atap Zin...
- Solusi Mengatasi Permasalahan Atap Rumah | Atap Ga...
- Masalah yang Dimiliki Rumah Tua | Atap Zincalume
- Mengenal Bahan Kanopi | Atap Galvalum
- Mengenal Plafon untuk Rumah Minimalis | Ukuran Baj...
- Tinggi Plafon yang Ideal | Atap Galvalum
- Kenali Penyebab Retaknya Plafon Rumah | Rangka Ata...
- Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi | Atap Galvalum
- Mengenal Kelebihan Atap Ekspos | Kuda-kuda Baja Ri...
- Strategi Menghemat Budget untuk Pembangunan Rumah ...
- Teknik Membongkar Rumah | Konstruksi Baja | Atap G...
- Syarat Merenovasi Bangunan Tua | Atap Galvalum
- Masalah Penggunaan Atap Baja Ringan | Konstruksi A...
- Membersihkan dan Memperbaiki Plafon Bernoda | Atap...
- Pengaplikasian Gypsum | Atap Galvalum
- "Menilik Kelebihan Gypsum" | Rangka Atap
- "Ini Alasan, Mengapa Renovasi Tak Boleh Asal Dilak...
-
▼
November
(25)