Selasa, 11 Februari 2014

15 Fakta Atap Baja Ringan (1)

15 Fakta Atap Baja Ringan (1)
Tak sekadar antirayap, antikarat, dan berbobot ringan. Banyak catatan penting yang perlu Anda perhatikan soal sistem rangka atap ini.
Posted on 9 Juli 2013 by: Fredi Indra (@frediindra)
15 Fakta Atap Baja Ringan (1)

Standar pemasangan baja ringan memang sangat penting. Material ini menjadi kokoh karena sistem rangka yang terangkai jadi satu, Bukan material yang berdiri sendiri. Pemahaman ini yang sering dilupakan oleh pemilik rumah. Atas nama harga murah, mereka cenderung membeli batangan baja ringan (ketengan) bukan sistem terpasang.
Akibatnya, tak ada kontrol pemasangan. Keselamatan penghuni jadi taruhan. Berangkat dari fenomena tersebut, berikut kami sajikan 15 fakta mengenai baja ringan. Selamat membaca!
(Disarikan dari berbagai sumber literatur, pendapat praktisi, dan data produsen)

1. Sistem Kesatuan

Atap baja ringan itu sistem kesatuan, bukan hanya berbicara tentang satu batang. Kunci kekuatannya terletak pada integrasi tiap batang yang terkoneksi dengan sambungan secara utuh. Saat terjadi kesalahan kecil pada satu rangka akan berimbas ke seluruh atap. Satu bagian tertarik maka bisa rubuh semua. Tentu perhitungan terkomputerisasi jadi panduan, bukan sekadar berdasar pengalaman atau reka-reka.

2. Jenis Profil

Ada 3 jenis baja ringan yang umum ditemui di Indonesia. Profil head section (U terbalik dengan kaki), profil C dan profil Z. Tiap profil punya kelebihan tersendiri dengan sistem sambungan yang berbeda pula. Profil head section misalnya, memiliki kestabilan lebih karena mempunyai “dua kaki” sebagai penumpu. Sambungan berada di dua sisi kaki. Untuk profil C cukup efisien secara bentuk dan mudah dalam aplikasi. Harga yang ditawarkan juga lebih terjangkau.

3. Lapisan Antikarat

Salah satu komponen penting dalam baja ringan adalah lapisan coating antikarat. Jenis pelapis yang digunakan berbeda-beda tiap merk. Ada yang berupa galvanis (Zinc), galvanum dan zincalume (kombinasi Zinc, alumunium dan silikon) dan ZAM (Zinc, Alumunium dan Magnesium). Perbedaan campuran akan mempengaruhi ketahanan terhadap zat lain seperti garam, larutan asam dan larutan basa. Setiap jenis juga punya ketebalan tersendiri. Umumnya ketebalan yang dipakai 100-150gr/m² atau sering ditulis dengan kode AZ100 (menyesuaikan kadar ketebalan). Namun, untuk baja ringan yang dijual lepasan/ketengan angka AZ umumnya tak lebih dari 100. Semakin tipis lapisan, semakin mudah lapisan antikarat rusak. Baja ringan pun mudah kena korosi.

4. Kekuatan

Pada dasarnya baja ringan merupakan lembar baja dengan ketebalan berkisar 0,65mm-1mm. Kekautan yang dipersyaratkan adalah 550Mpa atau 550kg/m². Dalam kemasan umumnya tertulis Hi Tensile G550. Namun Anda perlu berhati-hati dengan kode yang tertera tersebut. Tak semua produk dengan kode G5500 punya kekuatan yang sesuai. Butuh uji lab untuk memastikan. Nah, agar tak tertipu, pilih produk baja ringan yang berkompeten dan terpercaya. Perlu diingat, kekuatan atap baja ringan terletak pada sistem satu kesatuan, bukan sekadar per batang.

5. Software

Untuk menghasilkan sistem kesatuan antar baja ringan yang utuh dan kokoh butuh sistem perhitungan yang presisi. Perhitungan tak boleh berdasar perkiraan atau pengalaman. Perhitungan pembebanan harus berdasarkan komputerisasi yang minim kesalahan, yaitu melalui software khusus. Tiap produsen baja ringan telah mempunyai software tersendiri untuk menghasilkan desain rangka yang paling efektif, efisien dan aman. Mulai dari bentuk rangka, ukuran sambungan hingga jumlah screw . Tentu disesuaikan dengan profil dan jenis rangka masing-masing. Agar perhitungan bisa tepat dan nihil kesalahan, dibutuhkan data-data kondisi rumah yang lengkap dan sesuai kondisi riil. Data ini harus didapatkan sejak survei awal.

Artikel Selanjutnya

FOTO: Adeline Krisanti
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman