Minggu, 01 Maret 2015

Menyaksikan upacara mora (5)

Arsitektur

ArchitecTour:
Menyaksikan upacara mora (5)

Sampai lilin padam

Upacara belum berakhir. Kerbau, ayam dan babi dipotong, dibakar, lalu disatukan dengan nasi, dan kemudian ditaburkan ke lantai Mbaru Gendang. Hal ini merupakan simbol persembahan sekaligus perantara doa mereka kepada Sang Pencipta.

Setelah itu, sebagian persembahan diletakkan di atas langkar, semacam meja saji kecil tempat meletakkan sajian untuk leluhur. Di dalam Mbaru Niang, ada 2 macam langkar. Yang pertama adalah langkar yang dimiliki setiap keluarga dan digantung di depan pintu ruang tidur masing-masing. Yang kedua adalah langkar utama yang ditaruh tiang utama Mbaru Niang. Langkar diganti setiap Penti, tahun baru masyarakat Wae Rebo.

Saat upacara mora, persembahan kepada leluhur diletakkan di atas langkar utama yang terbuat dari daun pohon pinus, padi, dan bulu manuk hitam. Di atas langkar ini juga ditaruh lilin, yang harus terus menyala hingga batang lilin habis. Saat lilin habis, barulah langkar dinaikkan untuk digantung di dalam Mbaru Gendang.

Upacara berakhir di sini. Setelah menenggak secangkir kopi dan teh hangat sebagai sajian penutup, kami pun dipersilakan tidur kembali, mempersiapkan tenaga untuk menuruni lembah, kembali ke kota.

Bersambung...

===

Catatan: bagi kaum muslimin dilarang mengikuti keyakinan dan adat yang bertentangan dengan ajaran tauhid dalam Islam.

===

Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.

===

Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com

Total Tayangan Halaman