Arsitektur
ArchitecTour:
Menyaksikan upacara mora (6)
Tiga hari yang penuh makna
Tiga hari berada di sini, anggota rombongan ekspedisi Propan Archtectour sudah merasa sebagai bagian dari keluarga Wae Rebo. Kehangatan dan keramahan yang mereka tunjukkan membuat kami merasa enggan meninggalkan tempat ini. Namun kami memang harus kembali.
Berbagai hal kami lakukan di sini, mulai dari mendaki hingga 6 jam, tidur berhimpitan di dalam Mbaru Niang, mandi di pancuran, mengibarkan bendera merah putih di atap Mbaru Niang, berlomba bersama masyarakat, hingga mengikuti mora.
Upacara sederhana pun dilakukan untuk melepas kami. Pelepasan yang sangat hangat ini membuat para peserta menitikkan air mata haru. Beberapa di antaranya bahkan berjanji, suatu hari akan kembali lagi ke sini.
Ya, kami akan kembali lagi ke Wae Rebo!
===
Catatan: bagi kaum muslimin dilarang mengikuti keyakinan dan adat yang bertentangan dengan ajaran tauhid dalam Islam.
===
Sumber:
Tabloid Rumah, Inspirasi hidup nyaman, Edisi 301-XII, 03-16 Oktober 2014.
===
Perpustakaan Islam online
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
===
Ary Ambary Ahmad Abu Sahla al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Perpustakaan Islam Online
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
Kitab Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah
http://baitulkahfitangerang.blogspot.com
Arsip Blog
-
▼
2015
(204)
-
▼
Maret
(14)
- Baja ringan tangerang: "Tanaman bersandar di pagar...
- Toko baja ringan: "Sertifikat rumah hilang" - Baja...
- Baja ringan tangerang: Volume air keluar kecil
- Pipa pompa rusak I Atap baja ringan tangerang
- Galon atas atau galon bawah? I Baja ringan tangerang
- Membongkar agar tak gelap (4)
- Membongkar agar tak gelap (4)
- Membongkar agar tak gelap (3)
- Membongkar agar tak gelap (2)
- Membongkar agar tak gelap (2)
- Membongkar agar tak gelap
- Menyaksikan upacara mora (6)
- Menyaksikan upacara mora (6)
- Menyaksikan upacara mora (5)
-
▼
Maret
(14)